Kau dan aku tahu apa yang terjadi pagi itu, tetapi di malam harinya kita hanya mampu saling bertukar pandang ketika seseorang mengajukan pertanyaan yang jawabannya kita tahu begitu jelas. Kadang jika aku mengingat kembali tatapan itu, aku ingin percaya bahwa kita sedang bertukar pertanyaan; siapa orang pertama yang menjawab dengan lantang dan jujur pertanyaan itu.
Padahal sudah jelas, kita saling bertukar pandang untuk memastikan tidak satupun dari kita akan membuka mulut tentang apa yang terjadi.
Kebenaran itu rapuh.
Leave a comment