Jika resah adalah lagu tidur,
aku sudah lelap sejak tadi,
rebah di sisi lembut angin yang mampu menjadi badai.
Dan dadamu menggeletak
pada kepasrahan di ujung-ujung jariku.
Jika cinta adalah titik embun,
yang kukumpulkan begitu tekun setiap pagi,
Kau takkan harus kehausan.
Sebab aku, tak henti menuangkannya
di gelas-gelas yang kau minta diisi.
Dan walau sesak,
beri aku seribu tahun lagi.
Walau beku telapakku,
hingga habis segala risaumu.
Leave a comment