Bangun Tidur

Adalah pagi yang tenang, hari itu, dibangunkan oleh cahaya matahari. Sudah bangun, namun sedikit memaksakan diri untuk tidur kembali. Tidak bisa. Kemudian, begitu saja, saya memperhatikan ruangan ini, masih di bawah selimut, diam. Memikirkan sesuatu, lalu tidak lagi.

Ingin memeriksa telepon genggam, tapi urung, karena dengan sedikit usaha, saya ingat bahwa tidak banyak yang harus dikerjakan hari ini. Tanpa menggunakan tangan, saya lepaskan kaos kaki yang saya pakai tidur semalam. Temperatur ruangan ini mulai menghangat. Pagi sudah mulai tidak dingin lagi.

Bertanya-tanya seperti apa dinginnya pagi di kutub utara, akankah saya bertahan jika saya tinggal di sana?

Untuk beberapa saat, saya tidak bergerak. Tetap berbaring memikirkan pagi di tempat-tempat berbeda yang pernah saya kunjungi. Lalu potongan-potongan gambar dari film, televisi, dan foto-foto menggambarkan suasana pagi bergantian muncul di kepala.

Pasti banyak yang menyebrang jalan di Tokyo.
Jalanan di pusat kota New York mungkin ribut dan sibuk sekali.
Di suatu kota pesisir kecil, ada orang-orang berjalan kaki menyambut matahari terbit, setengah mabuk, atau terlalu mabuk untuk menyadari pagi telah datang.

Tidak pernah ke sana, saya hanya membayangkan dari film yang pernah saya tonton.

Pikiran saya kembali ke ruangan. Tidak banyak lagi yang harus saya pikirkan, saya sudah benar-benar terbangun dan harus bergerak. Pertama-tama, mengosongkan kantung kemih dan mencuci wajah. Rasanya ingin sekali minum teh hangat.

Kira-kira, hari ini akan bagaimana?

Makassar, 2016

Leave a comment