Dalam-dalam

Menari bersama cahaya,
ketika aku menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam kepala:
mampukah?

Aku tidak berani mengutuki kegelapan,
terlalu banyak yang tidak lagi mampu kubenarkan,
atau salahkan.

Belajar berdamai dengan keinginan buas,
melahapnya perlahan, tak ingin lekas,
aku tak bisa bersimpun dengan gegas.

Pagi itu, pikiranku mengulangnya berkali-kali: kita bisa berbahagia.
Pagi itu, hatiku mengurai segala ragu: kita akan temukan jalannya.
Sekarang, mari kita pulang.

Catatan Tahun Baru 2018

Leave a comment