Kau Boleh Tidak Sanggup

Suaramu memberat pada sebuah kata. Itu memaksakan suatu pemahaman di kepalaku yang berputar dalam pertanyaan yang tak pernah ada. Kau tak perlu bercerita jika sudah kau lepaskan begitu banyak kisah pada nada yang kau paksa diam.

Kau begitu keras kepala agar tak perlu terlibat. Tapi kau tidak sedang membodohi siapapun kecuali dirimu sendiri. Mengabaikan hal-hal normal tidak akan membuatmu terlepas dari hukumnya yang pasti akan pengulangan. Dan kau terlalu percaya diri, mengira bahwa tak mengaku tidak akan menyakiti siapa-siapa. Kau lupa, mengenali seseorang akan selalu memiliki resiko.

Mendengarkan kadang bukan kewajiban yang mudah, dan kau tidak membuatnya menjadi lebih dapat dimaklumi dengan berbagai pengalihan yang kau kira mampu mengurangi sakit. Dan berita selalu seenaknya sendiri, menjadi baik atau buruk, kau tidak begitu bisa memilih yang mana yang bisa kau hindari.

Setiap orang selalu akan berada di tempat dimana Ia seharusnya belajar. Bahkan jika mereka tidak berniat belajar apapun dari rasa sakit. Tentu kau pun tahu bahwa ini adalah pelajaran semua orang. Dan seseorang yang mengenali dirinya akan sangat paham atas luka masa lalunya. Kesedihan memiliki bahasanya sendiri, orang-orang yang belajar dari luka yang sama akan sembuh dengan kemampuan mendengarkannya.

Bungkam saja. Sesulit itu memang menghadapi kerumitan sebuah hati yang hidup.

Leave a comment