Coba Kau Jawab

Ketika seseorang tidak berhenti hadir ketika kau sedang mewujudkan mimpimu, bukankah hanya akan menjadi benar bagimu untuk melakukan hal yang sama padanya? Ketika segalanya tidak mudah, dan ia bertahan dengan berbagai alasan untuk pergi, demi satu-satunya alasan yang seharusnya cukup? Ketika ia perlahan melupakan mimpi-mimpinya karena berpikir, mungkin kau tidak nyaman dengan itu memutar balik semua nilai untuk satu rasa percaya tentangmu?

Mengapa tidak mencoba untuk melihat segalanya dalam pemahaman yang berbeda? Mengapa tidak mencoba membuatnya percaya sekali lagi pada mimpi-mimpi yang ia biarkan mati? Mengapa tidak mencoba untuk bertanya ada apa di balik semua kerelaan itu?

Apakah semua lantas menjadi cukup begitu saja?

Leave a comment