Tidak mengakuinya pada dunia bukan berarti juga sedang membohongi diri sendiri.
Aku tahu betul mengapa hari-hariku diakhiri dengan bayangan itu, untuk kemudian menjadi yang pertama tiba di kepalaku esoknya. Aku hanya takut mengakuinya dengan lantang. Mengabaikannya adalah cara yang aku tahu, sambil berharap, suatu hari aku tidak perlu lagi mencari ruang untuk bersembunyi. Entah apa yang aku takutkan. Apakah ada yang harus aku takutkan, aku bahkan tak tahu.
Pertanyaan yang terlalu banyak tidak begitu membantu.
Anggap saja sekarang segalanya adalah jalan buntu, atau selamanya. Tidak ada lagi yang peduli, aku saja yang harus terus menghadapi. Bisa jadi, memang sudah tidak ada yang cukup penting untuk dicermati lebih dalam. Atau barangkali, sudah tidak ada lagi yang berarti untuk dicari lebih jauh. Mungkin dunia yang kuinginkan sudah bukan lagi petualangan yang kubutuhkan.
Tidak ada yang pasti, dan aku tidak begitu pandai membohongi diri sendiri.
Leave a comment