Bernapas

Satu luka itu, yang membuatmu jatuh. Kemudian datang yang lainnya, mematahkan segala hal baik yang kau punya. Hingga sentuhan akhirnya, kau hancur tanpa ampun.

Tidak ada yang lebih buruk daripada kehilangan diri sendiri secara perlahan. Satu per satu bagianmu pergi hingga kau tidak tahu lagi dimana awalnya. Seperti tiba-tiba saja kau temui orang lain, ketika kau mencari begitu dalam di kepalamu.

Orang-orang mengatakan beberapa hal tentang dirimu, di hadapanmu atau di belakangmu. Kesimpulan-kesimpulan mereka itu, kadang kau butuh, kadang juga hanya omong kosong. Dan semakin sering kau mendengarkan, semakin mudah rasanya untuk percaya.

Tidak semua orang diberkahi kemampuan untuk nyaman dengan dirinya. Kadang, itu adalah sebuah perjalanan panjang yang seolah tidak ada habisnya. Selalu saja, ada yang salah bahkan ketika kau berdiri tegak, menghadapi dirimu di depan cermin. Pikiran-pikiran membunuh itu tidak suka meninggalkanmu sendiri. Tinggal di dalam dirimu, meninggalkanmu jauh lebih dalam lagi sampai kau tidak punya lagi tangan yang cukup untuk meraihnya kembali. Kadang, kau tidak menyadari hal-hal yang kau lakukan pada dirimu. Atau yang kau biarkan orang lakukan padamu. Kau pikir biasa saja, sampai akhirnya kau kehilangan diri sendiri.

Semua orang punya seekor monster, atau lebih, yang mereka pelihara dalam diam, yang mereka ingin bungkam, walau mereka hadapi tanpa henti.

Leave a comment