Menemukan Ini, Kemudian Itu

Sore-sore semacam itu, ketika langit berwarna keemasan dan di luar begitu hangat. Sebuah lagu terputar, pilihan seorang penyiar di radio yang sejak siang menyala. Seketika, nada-nada itu mengingatkanmu pada mimpi-mimpi dan cerita terbaikmu.

“Berbahagialah,” begitu sepatah liriknya.

Kau mengambil napas panjang, membiarkan dirimu sepenuhnya melebur pada kehangatan sore itu, dan berhenti mempertanyakan terlalu banyak. Perlahan, kau mengingat janji-janji itu, yang kau buat bertahun lalu, tentang hal-hal yang ingin kau saksikan. Menyedihkan, tentu saja, ketika kau harus diingatkan oleh sebuah lagu yang tidak sengaja kau dengar, tentang bagaimana kau seharusnya menjalani hidupmu. Bukan karena kau tahu sendiri apa yang kau butuhkan.

Hidup tidak selalu mudah, dan kadang ia membawa serta bagian-bagian kecil yang memaksamu berubah pikiran, menuntutmu menyisihkan beberapa pilihan, dan berbelok jauh, menemukan tujuan yang berbeda. Mencoba menjalani pilihan itu, bahkan mencoba menjadi orang lain. Mungkin, dengan menjadi orang lain, kau bisa belajar menyelami kenyamanan yang berbeda, dan segalanya tidak terasa terlalu buruk. Kau mencoba membuat satu dua hal lebih mudah, dan kau lupakan hal-hal besar. Bukan karena kau ingin begitu, namun kau takkan sanggup menanggung kekecewaan lainnya. Kau mencoba lari dari pikiran-pikiran itu, mencoba memaafkan dirimu karena tidak cukup berani sejauh ini. Hanya agar kau dapat bernapas sedikit lebih lega.

Tapi langit petang yang keemasan dan udara hangatnya tahu, kau berbahagia dengan begitu banyak kompromi, dan itu bukan yang seharusnya terjadi. Ia tahu, bahwa hidup ini bukanlah hidup yang kau inginkan, bahkan ketika kau sedang menjalaninya. Kau kehilangan cara untuk berbahagia sepenuhnya. Selalu ada yang mengingatkanmu: ini bukan akhirnya. Ada sesuatu yang lain di luar sana untukmu. Kau mencoba begitu keras, untuk menemukan tempatmu di sini. Kau mengulangnya dalam kepalamu, berkali-kali, “jika ada yang bisa melakukan ini, maka seharusnya ini tidaklah sulit”.

Yang lucu, dan tidak kau lihat kedatangannya: ketika kau berlari meninggalkan dirimu, ia pun bisa berlari mengejarmu kembali. Yang lucu, dan tidak bisa kau hindari: kenyataan itu sendiri. Jika sore yang hangat tahu kau seharusnya berbahagia, kenapa tidak dirimu sendiri?

Leave a comment