Kerancuan

Jika hanya ada satu realitas, dan selebihnya hanyalah ilusi-ilusi, maka keputusan seseorang (dengan penjelasan yang cukup) juga adalah keputusan seseorang yang lainnya.

Jika hanya ada satu realitas, maka multi-semesta bisa menjadi sangat mungkin, dan segala bentuk kemungkinan yang dapat terjadi pada seseorang tidak terjadi di semesta yang berbeda. Ia berlangsung pada saat yang sama, di satu-satunya semesta dan realitas yang kita tahu. Dan waktu adalah pengacau konsep ini, karena sesungguhnya segalanya terjadi bersamaan, saling bertumpuk sembari berpikir bahwa yang terjadi adalah kenyataan milik masing-masing orang. Ketika sesungguhnya yang nyata hanya ada satu, dan segala-galanya adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi. Dan segala-galanya itu, menjalani dirinya sendiri, menemukan caranya menjadi, lalu berakhir pada banyak kemungkinan lain.

Begitu seterusnya.

*

Sudah pasti ada hubungannya antara jam tidur yang tidak teratur dengan otak yang berpikir terlalu rancu.

Leave a comment