Niscaya

Semua itu mengerucut pada satu fakta bahwa identitasku tidaklah biner. Identitasku beraneka segi.

B. Crouch

Tidak satu dimensi, yang kau pikir adalah segalanya. Kau sudah lihat apa saja? Seberapa banyak?

Berdebat itu percuma, karena untukmu hanya akan terdengar seperti pembelaan diri, padahal itu hanya penjelasan-penjelasan. Penjelasan, dari sebuah sisi yang mungkin kau lewatkan. Tapi sudahlah. Kau suka menjadi benar, dan itu yang akan berdatangan. Semuanya akan menjadi baik-baik saja, seperti yang selalu terjadi. Tidak ada yang perlu diberatkan atau keberatan.

Kau mengajarkan banyak hal, yang semakin terlihat hari ini. Satu per satu ingatan menunjukkan jalan pada sebuah kesadaran. Menemukannya dengan cara ini bukan sesuatu yang menyenangkan ternyata. Tapi tidak semua penerimaan itu mudah. Kau yang paling tahu.

Orang memang terbiasa melupakan, dan tidak ada kesusahan jika segalanya sudah ditetapkan. Semuanya akan mengendap, di suatu tempat yang takkan bisa kau kunjungi lagi. Kau sudah melempar kuncinya jauh sekali, bersamaan dengan banyak hal yang kau tinggalkan. Dengar saja yang perlu kau dengar, setelahnya biarkan saja.

Waktu selalu tahu bagaimana caranya mengungkapkan sesuatu. Tapi nampaknya tidak ada cukup kesabaran untuk menunggu. Habiskan saja kebehargaannya pada hal-hal lain yang lebih mampu membuatmu tenang, karena selebihnya hanyalah kosong yang kau paksa isi dengan hal-hal yang terlalu rapuh untuk bertahan. Menahan langkah-langkah yang baik akan mengalihkan kepentingan yang akan membawamu jauh. Masa depan adalah milik masing-masing orang, tidak akan dan tidak seharusnya terganggu oleh banyak hal yang datang tiba-tiba. Jadi menyisihkan yang tidak perlu memang sangatlah bijak.

Terlihat dan tidak terlihat, kau mematikan satu per satu yang mungkin.

Leave a comment