Kau hanya mengharapkan satu hal, tapi kau benci menunggu. Berbagai macam pikiran datang, perkiraan-perkiraan, dan skenario yang memungkinkan, semuanya begitu masuk akal; pada saat yang bersamaan, sangat tidak masuk akal. Rasanya ada yang salah, atau semuanya benar-benar benar. Tapi tidak ada yang bisa digunakan untuk memastikan apa-apa. Selain bayangan, atau kenangan.
Sayangnya, ketika di hadapkan pada harapan-harapan yang kau punya, semua itu tidak lagi cukup.
Leave a comment