Ia berlabuh dalam buta,
di arang-arang yang menyala.
Sebentar kau nampak, sebentar kau senyap.
Kakinya kelelahan.
Kau merangkulnya berdiri.
Sebentar kau didekap, sebentar kau lenyap.
Menoleh pada tiap dada,
menjenguk bayanganmu di telapaknya.
Sebentar kau kau akrab oleh lembut, sebentar kau kalang kabut.
Dunia berubah merah,
sebelum ia terbakar dan marah.
Sebentar kau lelah, tapi tak juga jengah.
Arang patah-patah.
Ia tetap marah.
Kau hampir lelah.
Dada-dada yang hangat, mendingin.
Bayanganmu menyingkir.
Dunia berubah warna, perlahan.
Aku menemukan sayap transparan.
March 8, 2016
Leave a comment