Kadang merelakan tidak memberikan apa-apa selain kekuatan yang menakutkan. Sayangnya, dunia tidak punya waktu bagi orang-orang yang lemah. Dan tak seorang pun yang bisa lari dari dirinya sendiri.
Kadang berharap tak selalu mengajarkan caranya mengandalkan diri sendiri. Tapi, bertarung tanpanya akan sangat menghabisi. Dan tak ada yang rela berhenti pada banyak, “demi-demi”.
Kadang mengingikan seseorang tak lebih dari usaha melelahkan menjajaki ilusi rapuh. Juga perdebatan panjang yang menggantung di antara kepasrahan dan keterpaksaan. Dan siapapun takkan menemukan rasa nyaman dari hal-hal yang mengambang.
Kadang, menahan diri tidak selalu menjadi tindakan bijak. Tidak mengatakan apa-apa selalu membawa ke situasi tidak terduga. Dan jika resah sudah terlalu mempermainkan hati, maka keterkejutan tidak seharusnya membebani debar.
Kadang, berada dalam kehidupan seseorang hanya sejauh kehadiran. Kemudian mengisi sepanjang waktu mempertanyakan makna yang bahkan tak terselip. Dan sepertinya, beberapa pertanyaan lahir tanpa memenuhi kewajibannya: ada namun tak terjawab.
Leave a comment